Hope and Promise

The child is both a hope and a promise for mankind.. – Maria Montessori. Kalimat itu aku temukan baru aja saat mempelajari materi perkembangan peserta didik. Salah satu teori yang dipelajari di mata kuliah yang aku ampu semester ini. Setelah browsing-browsing  dan menemukan kalimat itu..rasanya seperti sebuah bias yang memantul dari kegiatan yang kemarin aku lakukan. Apakah kegiatan ituu ? Yuppp, Kelas Inspirasi
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Dadi 4)
Pada dasarnya kelas inspirasi ini adalah kelas yang dikhususkan untuk memberikan kesempatan pada kaum professional berbagi manfaat pada nusa dan bangsa.. *eciehh :P Nah, yang jadi pertanyaan oleh salah satu temanku adalah kenapa aku join di Magetan ? Padahal aslinya kan aku dari Ngawi dan kerjaku di Madiun. Di dua kota ini juga ada Kelas Inspirasi. hehehehe. Alasannya adalah Magetan itu menarik dari sisi lokasi yang di gunung-gunungg itu dan budaya masyarakatnya yang unik. Kalau bicara tersirat keramahannya.:P

Well, aku di tempatkan di SDN Dadi 4. Sekolah ini terkenal di antara fasilitator sebagai sekolah yang depan belakang jurang..hahahaha. Serius, dan jalan menuju kesana itu mendaki gunung lewati lembah. Ini pertama kalinya aku naik motor dengan sudu televasi jalan yang awesome gitu. Tahan napas saat melewatinya.Asli, takut jatohhh.:v

Di SDN Dadi 4 ada 3 relawan pengajar yang diterjunkan *jangan bayangin terjun payung*. Ada aku, mbak Eka dan mbak Neser yang profesi kami beda-beda. Ada enam kelas yang dijadikan 3 kelompok. Kelompok A=Kelas 1-2, Kelompok B=Kelas 3-4, Kelompok C=5-6. Jumlah masing-masing kelompok sekitar  30an anak. Dan bisa dibayangin gak muridnya kek mana ? Hehehehe Yang jelas anak SD punya tingkat perkembangan yang berbeda pada tiap kelompok bahkan tiap kelasnya dan tiap individunya. *nah loh*

Walau dunia mengajar bukan hal yang unfamiliar  buatku, tapi pengalaman dulu pernah dikacangin anak kelas 1 SD jadi membuatku berfikir, kira-kira tar aku di kacangin lagi gak ya? :D Duhhhh bener-bener mikir. Tapi berbekal keyakinan bahwa in shaa Allah aku bisa, it’s easy, dll. Ditambah persiapan yang baru malam harinya.. *mihihihi pede banget* akhirnya terkumpulah yang berserak diantara keduanya *otak kanan dan otak kiri* :p sehingga jadilah sebuah kegiatan belajar pembelajaran dengan 3 variasi. Abrakadabra! Langsung hari H-nya aja.

Kegiatan pertama diawali dengan upacara. Soal upacara sih aku masih terbiasa, hehehe. Apalagi kalo jadi peserta :p Namun hal yang paling menyenangkan adalah anak-anak SD itu kuecil-kuecil.. lucu. Hihi. Setelah upacara, lanjut deh ngajar.
Relawan dan Guru
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Dadi 4)

Yes, they are...
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Dadi 4)
Kelas pertama yang aku ajar adalah anak-anak kelompok C. Mereka meneriakkan yell-yell sebelum kelas dimulai. Dan itu asik.:p Pada akhir kegiatan ternyata mereka bisa kok untuk retelling story. So far so good lah dengan anak kelas ini. Lanjut kelas berikutnya di kelompok B. Wow wowwow.. Karakternya bedaaaaaa… anak-anaknya lebih berinisiatif dan responsive.:p Gak mau lagu yang sama, semuanya mau maju, mau angkat tangan, dan untuk activity nya mereka udah baris panjang ke belakang buat antri membaca  alphabet. Aku panikkkk!!! Yup, panic karena takut  reward yang aku siapin kurang buat anak sekelas..ewww.


Rewardnya tempelan bintang kecil.Haaaaaaa. Akhirnya waktu menyelamatkanaku. Safe! Next class, tapi break dulu.

Shake your body up!
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Dadi 4)

Nyenenginkan yak??
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Dadi 4)

Hore dapat bintanggggg
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Dadi 4)
Kelas terakhir ini katanya kelas yang bisa buat kita mati gaya. *ngingat-ngingat lagi masa dimana aku dikacangin anak-anak kelas 1 SD* tapi..the show must go on. Awal masuk kelas ada guru-guru yang bantu, mungkin dianggap aku kesulitan ngatur tuh krucil-krucil padahal emang aku belum mengeluarkan powerku sebagai ranger biru ajahhh..:p Hehehehe. Alhamdulillah so far so good juga, dan senang itu saat liat ekspresi anak-anak kelas satu saat aku tunjukkan gambar-gambar untuk pengenalan kosa kata bahasa Inggris. Mereka tuh takjub, girang, dan curious. Hahaha. Karena ini sesi terakhir, maka ada satu waktu dimana anak-kanak itu menuliskan cita-cita mereka di kertas yang nanti akan diterbangkan bersama balon-balon helium. :p Musti sabarrrr ngadepin mereka, secara nulis itu musti didikte per huruf. Owemgi! Oke, fine Mereka seneng sekali ngeliat balonnyaaaa… -_-

Yuk, tulis yukkkkk
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Dadi 4)

(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Dadi 4)
The real party began. Balonnya ditempel-tempel dan akhirnya dilepaskan keudara. Ye yeye. Terbang..terbang.. terbang.. kebulan. :P Selesai pesta balon ada sedikit perpisahan. Dan tenang aja, aku orang yang tegar jadi aku tidak menangis :p

Well, sebagai catatan akhir di postingan ini adalah ada satu sisi egois dalam diriku yang selalu ingin ikut campur ketika anak-anak kecil itu bercita-cita. Aku selalu ingin mereka punya impian yang amazing. Being someone big and bold !  Bagiku mereka adalah anak-anak kecil yang akan menjelma menjadi bangsa. Namun  yang bisa kita lakukan hanyalah membuat impian itu menjadi lebih besar bukan menggantinya dengan impian kita. Well, dream high kiddo! You’re both a hope and a promise for us. :D

*makasih buat semua relawan pengajar, fotografer, videografer, n fasilitator. You’re all awesome. Very.


Titis Agungingtyas
Relawan Pengajar Kelas Inspirasi Magetan 
SDN Dadi 4 Kec. Plaosan Kab. Magetan


Previous
Next Post »

4 komentar

Click here for komentar
Chip
admin
October 4, 2014 at 1:06 AM ×

Amazing sekali ceritanya bu titis. Seperrtinya sangat menyenangkan.

Reply
avatar

Kelas Inspirasi

Berhenti mengeluh tidaklah cukup.

Berkata-kata indah dengan penuh semangat juga tidak akan pernah cukup.

Semua orang dapat turut ambil bagian dalam gerakan ini.

Lakukan aksi nyata.

Sekarang.

(Indonesia Mengajar)