Sahabat-sahabat Kecil

Embun udara pagi kala itu menyapaku dengan dingin dan sejuknya. Menemaniku menuju salah satu istana pendidikan yang ada di daerah Sarangan, Kab. Magetan. Seketika aku menjauh dari polusi udara yang senantiasa aku hirup yang hampir dua tahun terakhir ini  aku rasakan di wilayah ibu kota Jawa Timur. Jalanan rindang membuatku semakin menikmati indahnya alam ciptaan - Nya. Gunung Lawu yang ku lihat dari kejauhan semakin membuatku bangga berada di alam yang sungguh luar biasa indahnya. Aku tidak sendiri, tapi aku bersama “mereka”, “mereka” yang hebat, “mereka” yang mempunyai kepedulian dan tujuan yang sama. “mereka” yang bagiku adalah orang-orang hebat dengan hati yang begitu mulia.

Tiba waktu “kami” sampai di istana itu, serentak “kami” melihat sahabat-sahabat kecil berbaris menghampiri “kami” dan mengucapkan salam. Dan pada saat itu juga aku teringat sahabat-sahabat kecil diluaran sana yang masih banyak membutuhkan perhatian. Rentang waktu memang terkadang membuat seseorang terlupa akan sahabat-sahabat kecil yang masih membutuhkan perhatian yang lebih. Keegoisan membuat seseorang lupa akan artinya bersyukur, bersyukur atas segala sesuatu yang diberikan oleh-Nya.  Ketika “kami” beranjak mendekati mereka, pada saat itulah kami mulai “mengerti, memahami, dan menyesuaikan”.

Kesempatan berada di dunia sahabat-sahabat kecil telah ada di depan mata “kami” kembali. Seketika “kami” bermain bersama, belajar bersama, dan tertawa bersama.
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Sarangan 3)
Istana yang jauh dari pusat pemerintahan daerah, istana yang bagiku sangat dipenuhi ladang ilmu, istana yang sebagai wadah sahabat-sahabat kecil melalui kehidupannya untuk meraih cita-cita. Kala pagi dengan kilauan sinar matahari disertai senyuman sahabat-sahabat kecil, yang “kami” harap cita-cita mereka tidaklah mungil. Disini “kami” siap bersilaturahmi , mengembangkan daerah, dan membangun relasi. Langkah yang semoga menjadi panutan, Ujar yang semoga dapat menjadi pengetahuan, dan pengalaman yang semoga dapat menjadi inspirasi. Tidak hanya orang kaya yang bisa berbagi, karena bagiku kaya secara materi bukanlah pondasi dari berbagi, melainkan tujuan dari berbagi untuk tercapainya peningkatan kesejahteraan sesama adalah realita manusia sebagai makhluk sosial.

SDN Sarangan 3, disinilah istana yang kami datangi, penuh dengan canda tawa sahabat-sahabat kecil dan Pahlawan tanpa tanda jasa yang menyambut “kami” dengan sangat baik dalam  acara yang serentak berlangsung di 27 daerah pada Senin, 29 September 2014 lalu.  Disinilah “kami” berkontribusi, disinilah “kami” siap terinspirasi dan yang semoga menginspirasi. Relawan pengajar yang semangatnya luar biasa menambah semangatku untuk tetap melanjutkan acara ini. Tidak hanya pemahaman profesi para profesional yang diberikan kepada sahabat-sahabat kecil, namun permainan-permainan/ice breaking untuk sahabat-sahabat kecil juga dilakukan pada hari itu. Tawa mereka tak akan pernah aku lupa. 
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Sarangan 3)
Tiba waktu acara puncak di hari itu, penulisan cita-cita. Seperti di awal “kami” harap cita-cita mereka tidaklah mungil. Dan ketika cita-cita mereka tertulis di lebar kertas yang “kami” berikan, syukurnya mereka mempunyai cita-cita yang sangat mulia pula, cita-cita sebagai Dokter, Tentara, Guru, dll. Dan pada saat itu “kami” turut mendoakan semoga cita-cita mereka dapat diraih. Aamiin...

Kelas Inspirasi Magetan telah banyak mengajarkan aku banyak hal, tidak hanya mengelola manusia tapi juga mengelola hati. Disini aku bertemu dengan orang-orang yang hebat disini, meskipun berbeda-beda karakter namun mereka sama-sama mempunyai hati nurani yang begitu mulia.

Laskar Pelangi, lagu yang “kami” putar ketika “kami” mengakhiri kegiatan pada hari itu. Rasanya hari itu berjalan dengan cepat. Jauh di lubuk hati “kami”, “kami” masih ingin disini, bermain bersama, belajar bersama, dan tertawa bersama. Namun apa daya, kesempatan itu telah sampai pada batas waktunya. 

(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Sarangan 3)

Ya Allah, jika Engkau ijinkan aku berdoa lagi saat ini tolong berikanlah ridho dan kemudahan bagiku, bagi “kami” dan mereka untuk meraih apa yang kami impikan. Aamiin..

Tiba waktu aku harus kembali ke ibu kota Jawa Timur untuk menimba ilmu, aku berharap aku  bisa bertemu dengan mereka kembali, baik Fasil, Relawan Pengajar, FG dan VG. Sungguh ketulusan yang mereka beri tidak dapat dibeli, tidak dapat dirupiahkan. Dan akhir kata saya percaya ketulusan itu akan tetap menular apapun hasilnya !


Salam Wooosshhh, Salam Inspirasi



Rizky Amalia Ditasari
Relawan Fasilitator Kelas Inspirasi Magetan
SDN Sarangan 3 Kec. Plaosan Kab. Magetan
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
October 8, 2014 at 6:18 PM ×

Semangat terus dah buat pengajarnya :)

Congrats bro Atok Fakhrudin you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar

Kelas Inspirasi

Berhenti mengeluh tidaklah cukup.

Berkata-kata indah dengan penuh semangat juga tidak akan pernah cukup.

Semua orang dapat turut ambil bagian dalam gerakan ini.

Lakukan aksi nyata.

Sekarang.

(Indonesia Mengajar)