Urip iku Urup

Siang itu telepon genggamku berdering nyaring. Sebuah pesan ajakan kawan bergabung dalam sebuah program sosial. Ada  keraguan membayang namun ku tepis bayangan itu, karena aku tahu kita semua tercipta untuk itu. Ya program itu bernama Kelas Inspirasi mengetuk hati nurani berbagi sedikit kebahagiaan untuk sahabat kecil kami. Sahabat yang murni bebas dari prasangka hanya ada senyum dan tawa di wajah mereka. Sejuta harapan dan keyakinan datang bahwa aku pasti terpilih karena Tuhan tahu bahwa untuk menumbuhkan sebuah pohon berbuah lebat haruslah di topang oleh dahan yang kuat. Kitalah dahan tersebut kawan.

Pertemuan diawali dengan briefing awal, pertama kali melihat wajah relawan selayak melihat cermin bening berisikan dedikasi. Niat yang terpatri bahwa negeri ini belum kehabisan orang pilihan. Orang terpilih dengan jiwa yang terlatih berjuang tanpa pamrih dilandasi rasa welas asih untuk kertas putih. Semangat semakin menyala menerka nerka kertas mana yang harus kami gambari. Sebuah sekolah di bawah kaki Lawu menjadi kanvas kami, sekolah itu adalah SD Sendang Agung 2 tempat menitipkan cinta cita kami pada penerus bangsa ini.

29 September 2014 tepat pukul 07.00 petualangan kami di mulai. Upacara yang di ikuti membawa kenangan, berdiri sejajar bersama para barisan pengajar adalah kehormatan bagi kami. Upacara ditutup dan dimulailah petualangan sebenarnya, tiga serangkai dari berbagai lintas profesi beraksi menunjukkan kemahiran mengajar. Seorang wanita cantik nan perkasa dari Bappeda (Weny Subianto), seorang lelaki berseragam gagah Dishubkominfo (Mas Krisna) dan tidak lupa seorang lelaki nyentrik berpakaian antik itulah aku seorang perawat RSUD Magetan. Perkenalan diawali sapaan seorang sahabat. Hai hai hallo hallo meruntuhkan sekat ego, rasa gengsi pergi, rasa malu berlalu. Sambutan hangat dari kawan kecil  semakin membuat kami lebih percaya diri. Petualangan di mulai dengan mantap ku langkahkan kaki dan menyapa mereka.

Padamu Indonesia kami kan membawamu terbang tinggi
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Sendang Agung 2)
1,2,3, Mas Anggaku, 5,6,7, Mas Anggaku,, adalah nama perkenalan yang diselingi lewat permainan membuat mereka tertawa bahwa ternyata ada seorang penuh energi percaya diri di hadapan mereka. Semangat terbangun keingintahuan tumbuh. Alat aneh yang ku bawa semakin membuat mereka bertanya siapa gerangan diriku. Alat operasi membuat membuat mereka lebih banyak bertanya berinteraksi langsung, pertanyaan yang muncul wujud keluasan pengetahuan mereka. Ah ternyata mereka lebih hebat daripada kita kawan. Berhadapan dengan murid kelas 3-6 tidak terlalu menguras energi, namun berbeda saat memasuki kelas 1-2 sangat menguras energi mengalahkan di lapangan pertandingan. Alhamdulilah berhasil membuat 3 anak menangis ketakutan karena peralatanku. Namun sekali lagi Tuhan menolongku dengan imajinasiNya. Aku ajak mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai pemompa semangat dan permainan “ Kabayan Berkata “ membuat tertawa lepas. Aku berjanji tahun depan jika terpilih kembali akan kubuat mereka semua menangis, tangis haru semangat baru kawan kecilku.

Menjadi seorang kakak, sahabat sekaligus orang tua menumbuhkan benih suci
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Sendang Agung 2)
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Sendang Agung 2)
Pagi beranjak siang, rasa lelah, lapar dan dahaga menggoda para relawan namun tak mengendurkan semangat kami. Rasa itu akhirnya terbayar lunas saat  acara puncak digelar. Waktu yang di tunggu penempelan cita cita membakar gairah anak anak, kawan relawan pengajar, fasilitator, videografer, fotografer, guru, kepala sekolah berbaur melebur. Sebuah doa mengawali penerbangan balon cita kami. Kami tundukkan hati memohon pada Tuhan mendengar permintaan tulus, dan akhirnya setelah berhitung bersama lepaslah balon harapan kami, membumbung lepas tanpa batas, menggedor pintu surga mengguncang langit. Teriakan kawan membawa haru dalam hati kami. Aku yakin kawan suatu saat kalian akan mampu melampaui kami, semangat tulus kalian membuat Tuhan menangis.

(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Sendang Agung 2)


Bawalah pesan kami pada Tuhan, menembus langit mengguncang dunia
(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Sendang Agung 2)
Waktu berpisah tiba ada rasa enggan pergi, senyum kalian telah terpatri di hati kami. Kami akan selalu hadir untuk kalian jiwa Indonesia baru, tangan kami akan selalu ada untuk menumbuhkan buah abadi, tal lupa ucapan terima kasih pada Pak Supar,S.Pd selaku Kepsek dan guru guru SDN Sendang  Agung 2, Mas Krisna, Mbak weny, Mbak Sri Dwi R, Mbak Endah, Om Adip, Supria, Pakdhe Agung, Bos Wika, keluarga besar KI Magetan salam hormat sebuah kebanggan mengenal kalian.

(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Sendang Agung 2)

(Foto: Dokumentasi KI Magetan - SDN Sendang Agung 2)
Ratri sumunar paring acitya, angon cantrik medar pamulang. Raos gesang warih kawruh. Hambagi suka kaaras manah manembah. Dawuh guru piwulang urip “ urip iku urup ngger” caos cawisan patrap patitis. Adarma sasami anguswa bakaling  pupus ijo nilar tapak bimata...



Galuh Angga Setyawan
Relawan Pengajar Kelas Inspirasi Magetan
SDN Sendang Agung 2 Kec. Plaosan Kab. Magetan



Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
Pria Abi
admin
October 5, 2014 at 7:20 AM ×

Supria wi sopo??

Congrats bro Pria Abi you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar

Kelas Inspirasi

Berhenti mengeluh tidaklah cukup.

Berkata-kata indah dengan penuh semangat juga tidak akan pernah cukup.

Semua orang dapat turut ambil bagian dalam gerakan ini.

Lakukan aksi nyata.

Sekarang.

(Indonesia Mengajar)

×
Kelas Inspirasi Magetan