Pengalaman Pertama Menjadi Relawan Fotografer di Kelas Inspirasi Magetan #3

Namaku Ryan Cahya Iswahyudi, saat ini berprofesi sebagai Assitant Marketing di CV CAHYA MANDIRI (anak cabang JePe Press Media Utama – Jawa Pos Group) yang mendistribusikan LKS dan buku-buku paket ke sekolah. Awalnya aku diberi info tentang adanya regristasi relawan dokumentasi di Kelas Inspirasi Magetan oleh salah temen semasa kuliah (PPL) dulu yang bernama Riska KD (alias name at BBM). Setelah mendaftar kemudian pada tanggal 12 Januari 2016 mendapat sms konfirmasi jika saya terpilih menjadi relawan dokumentator dan diundang untuk menghadiri Hari Briefing pada 17 Januari 2016. Perasaan takut pun muncul ketika menyadari kemampuan fotografer dan perlengkapan fotoku yang kurang memadai. Setelah melalui pertimbangan maka keputusanku tetap untuk ikut menjadi relawan fotografer tentunya terlebih dahulu mendapatkan ijin dari atasan tempatku bekerja.

Komunikasi sebelum hari Inspirasi di media sosial Whats App dalam satu rombel terjalin dengan baik. Meet Up pertama terjadi pada Hari Briefing yang berlokasi di Aula SMAN 1 Magetan dan meet up kedua berlokasi di salah satu sudut “kota” Magetan. Kami yang termasuk rombel 3 pada hari H akan datang untuk menginspirasi di SDN 1 Cileng Kecamatan Poncol. Berbagai persiapan pun dilakukan, khususnya bagi  relawan fasilitator rombel kami yaitu mas Pria, mas Eko, mbk Norma, mbk Sri Dwi Ratnasari, mbk tiara, dan mbk Ika Wahyu yang menyiapkan Rundown dan perlengkapan pendukung. Sedangkan untuk relawan pengajar yaitu mas Rudie, mas, Surya, mas Hadi, mbk Rikha, dan mbk Ika Yuni telah menyiapkan “RPP” masing-masing.


Sebelum Hari H yang dilaksanakan senin tanggal 25 Januari 2016, kami dan beberapa teman dari rombel lain menginap di rumah salah satu relawan yang bernama mbk Sri Dwi Ratnasari. Keesokan harinya, kami berangkat menuju lokasi yang infonya dekat dengan tempat kita bermalam. Dan benar saja, SDN 1 Cileng yang terletak di kecamatan Poncol ini dekat tapi dengan jalan yang naik turun serta motorku yang jarang dipakai di dataran tinggi alhasil perjalanan sedikit terganggu. Sesampainya di lokasi, para siswa sudah berkumpul di halaman sekolah untuk upacara karena hari inspirasi kali ini bertepatan dengan hari Senin. Begitu kami turun dari motor, para siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 bergerak menghampiri kami untuk salaman. Hal kecil yang patut kita tiru terhadap tindakan para siswa tersebut,  padahal kami dan siswa belum pernah bertemu sebelumnya.

Sebelum upacara dilaksanakan, maka dilakukan gladi resik dimana kami para kegembiraan para siswa ini sungguh amazing, seakan memiliki tenaga yang tidak habis mengikuti gerakan dan arahan para relawan. Berbekal kamera prosumer di tangan, aku shot beberapa moment dalam kegiatan tersebut.

Setelah dirasa cukup menghibur dan menguras tenaga, para siswa kemudian masuk ke dalam kelas masing-masing. Para relawan pengajar bersiap dengan materi inspirasinya masing-masing. Pada kesempatan kali ini, relawan pengajar berkesempatan untuk menginspirasi sebanyak 3 kali dengan 3 kelas yang berbeda berdurasi 30 menit setiap sesinya dan telah diatur sebelumnya. Pada proses dokumentasi ini aku dibantu oleh relawan fasilitator yaitu mas Pria dan mas Eko serta mas Dhanky yang merupakan teman dekat salah satu relawan.

Melihat para relawan pengajar yang menggunakan media-media seperti laptop multifungsi, microfon, tongkat bergambar, dan kamera action mengingatkanku waktu kuliah dulu. Secara teori yang kemudian dipraktekkan, media-media pembelajaran tersebut cukup efektif untuk menarik perhatian siswa agar aktif, antusias, lebih mudah dipahami sehingga terjalin komunikasi dua arah yang baik. Acara selanjutnya yaitu closing dimana acara ini terbagi menjadi 3 sesi antara lain menempelkan kertas pada pohon cita-cita, menerbangkan pesawat cita-cita, dan melepas bebas balon cita-cita.

Acara closing pertama, para siswa menuliskan cita-citanya pada kertas origami yang dibentuk seperti buah dan kemudian ditempelkan ada banner yang bergambar pohon dengan cabang dan ranting yang cukup banyak. Acara closing kedua, para siswa menuliskan harapannya pada kertas origami berbagai warna kemudian membentuknya menjadi pesawat yang siap untuk diterbangkan. Acara closing terakhir yaitu setiap siswa diberi balon berbagai warna yang sebelum dilepaskan siswa terlebih dahulu berdoa dengan keinginan masing-masing di dalam hati.

Kelas Inspirasi ditutup dengan memulangkan siswa karena sebagian siswa terutama kelas bawah telah ditunggu oleh orang tuanya masing-masing. Honestly, pada kegiatan Hari Inspirasi ini saya mulai mengenal person to person, bertemu dengan berbagai latar belakang dan profesi mulai dari dosen, guru, account manager, announcer, dan staf kantor. Khusus untuk profesi non pendidik cukup diacungi jempol karena mereka mampu menguasai kelas sehingga siswa mampu memperhatikan dengan baik. Peran antara relawan fasilitator dengan relawan pengajar mampu berjalan sesuai dengan master plan serta peran teman relawan dokumentator juga memiliki andil dalam terlaksananya keseluruhan rangkaian acara pada hari inspirasi. Apresiasi patut diberikan kepada seluruh relawan Kelas Inspirasi Edisi 3 yang meluangkan waktunya pada hari inspirasi yang notabene hari pertama kerja dalam seminggu. Selain itu standing applause juga patut diberikan kepada para relawan yang tidak hanya datang dari kawasan kabupaten Magetan tetapi juga berasal dari luar kabupaten dan kota bahkan berasal dari luar provinsi yang tentunya membutuhkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Semoga ke depannya program yang digagas oleh Menteri Pendidikan, Bapak Anis Baswedan ini tetap eksis di wilayah NKRI dengan inovasi-inovasi setiap tahunnya.


Ryan Cahya Iswahyudi
Relawan Fotografer Kelas Inspirasi Magetan #3
Profesi : Assitant Marketing
Rombel  SDN Cileng 01
Kec. Poncol Kab. Magetan
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
ibnuwajak
admin
May 1, 2016 at 9:55 PM ×

Wah bebarengan dengan kelas inspirasi di trenggalek #2 http://www.ibnuwajak.id/2016/04/ikut-kelas-inspirasi-trenggalek-2.html

Congrats bro ibnuwajak you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar

Kelas Inspirasi

Berhenti mengeluh tidaklah cukup.

Berkata-kata indah dengan penuh semangat juga tidak akan pernah cukup.

Semua orang dapat turut ambil bagian dalam gerakan ini.

Lakukan aksi nyata.

Sekarang.

(Indonesia Mengajar)