Penjaga Mimpi Itu Bernama Kelas Inspirasi

Prologue
Eksotis.
Itulah landscape Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Berada tepat di bawah gunung Lawu, Poncol bisa membuat siapapun terpana dan betah berlama-lama tinggal di sana. Apalagi yang lagi baper. Tempat ini cocok buat kalian merenung............dan meratapi nasib...hehee... 

Dari namanya, mungkin terdengar ndesoooo banget. Tapi jangan salah. Justru di tempat inilah kamu akan mendapatkan kehangatan yang mungkin jarang dijumpai di tempat lain, apalagi di kota besar. Penduduknya yang ramah dan hangat, udaranya yang sejuk dan ini.....anak-anak yang selalu ceria meski hidup di pegunungan, sedikit terisolir dan jauh dari ingar bingar perkotaan yang bising.

Keceriaan itulah yang kami temukan saat menjadi relawan Kelas Inspirasi Magetan #3. Aku dan teman-teman Rombel 11 mendapat tugas untuk mengajar dan menginspirasi anak-anak SDN Plangkrongan 4. Sebagai anak asli Magetan, mendengar kata Plangkrongan saja sudah terbayang tempat yang jauuuuhhhhh banget, pelosok, dan terisolir. And it’s true.

SDN Plangkrongan 4 memang berada di perbukitan yang tidak pernah aku bayangkan ada sekolah di situ. Meskipun sudah berkali-kali naik gunung dan melihat pemandangan yang serupa, tapi tetep aja takjub dengan kebesaran karya seni Tuhan yang seakan dihamparkan begitu saja di desa Plangkrongan. Subhanalloh...

Kelas Inspirasi (KI)

Dari namanya udah jelas, yaitu Kelas yang mengInspirasi. Sesuai tagline/slogannya “Sehari Mengajar Selamanya Menginspirasi.” Nggak perlu aku jelasin apa itu Kelas Inpirasi, apa itu Indonesia Mengajar dan segala “antek-anteknya”. Kalian google aja sendiri, lebih mudah daripada membaca tulisanku..betul?!

Hmmm………Awalnya ikutan KI adalah penasaran. Iya, penasaran sama isi hati kamu...hahaha #okeskip. Jadi gini...ada temen sekantor yang pernah ikutan KI #2 di Madiun. Liatin foto-fotonya kayanya seru nih. Bisa berbagi dan seru-seruan dengan temen baru dan anak-anak.

Nah, saat seru-serunya ikutan kuis Twitter, @KI_Magetan ngetwit pendaftaran relawan pengajar KI Magetan #3. Langsung deh, cussssssss...daftar dengan semangat 79 di websitenya. Selesai daftar, aku nungguin sebulan nggak juga ada mention, sms ataupun wesel pos dari Ki Magetan. Aku pikir “Ahh...dicuekin nih, nggak ketrima.” Tapi, pada 12 Januari 2016 jam 17.49 WIB, dapet SMS cantik dari KI Magetan kalau aku diterima jadi relawan pengajar dan diminta kehadirannya untuk briefing tgl. 17 Januari. Cihuyyyyyyyy. seneng banget rasanya.

Malam sebelum briefing saat terbangun dari tidur, tiba-tiba ada grup WA “asing” masuk. Namanya “ZONA 11”. Apaan ini?? Aku pikir zona perang atau apalah, haha.. Eh, ternyata temen2 yang nantinya jadi rekan-rekanku di Rombel 11.

Pas hari H briefing, kita kenalan satu-satu. Mulai dari fasilitator yang masih kelihatan asing dan ummmm...unyu-unyu :P, relawan pengajar, dokumentator dan Bp. Drs. Hariyadi S.Pd – Kepala Sekolah SDN Plangkrongan 4.

Bla..bla..bla..blaa............briefing dan diskusi persiapan Hari Inspirasi selesai. Seiring berjalannya waktu, kita di Rombel 11 semakin akrab. Saling sapa, saling support hingga membully mesra dan baper-baperan di grup WA (serasa masih SMA, hahaa..). Mereka lucu-lucu kaya anak kucing dan baik hati. Ada yang jadi donatur sarapan roti dan susu kedelai untuk anak-anak SDN Plangkrongan 4, ada yang donatur balon dan donatur perlengkapan lainnya. Kompak deh pokoknya.. #Toss

Persiapan
“Ngajar apa ya nanti?” Pertanyaan itu selalu terngiang di pikiran. Sama sekali nggak ada pengalaman menjadi guru. Paling-paling hanya menjadi pembicara di acara seminar radio atau mendidik temen2 di radio komunitas.

Aku tanya temen sekantor yang pernah ikut Kelas Inspirasi sebelumnya, katanya “Siapin lagu yang banyak aja.” Oke..akhirnya aku siapin lagu anak-anak dan lagu penyemangat sebanyak-banyaknya. Plus bawa peralatan selama aku siaran, seperti Microphone, Headphone, Kabel, Kaset, CD, dan file-file gambar alat musik, radio, perlatan siaran, dll.

H-1 Hari Inspirasi, kita meet up. Last check buat persiapan besok hari. Alhamdulillah…..lagu anak-anak yang aku persiapkan jauh hari sebelumnya HILANG!! “No File Found” di lappy. Keren nggak?! Nyari lagi satu-satu, wasting time. Akhirnya hanya bisa pasrah aja..hadapi aja ;)

Hari Inspirasi
“Kita kumpul jam setengah enam pagi di SMASA ya..berangkat bareng-bareg ke Plangkrongan.” Begitu kira-kira isi WA di grup Rombel 11. Kata “bareng-bareng” ini perlu digaris bawahi. Kenapa? Karena meskipun berangkat bareng-bareng, kita nggak bareng-bareng amat kok. Ada rombongan juga nyasar ke desa lain (dan aku salah satunya), hahaha...

Hari Inspirasi itu akhirnya datang juga.
Kami tiba di SDN Plangkrongan 4 sekitar jam 7 pagi. Persiapan upacara bendera dengan petugas upacara dari para relawan dan fasilitator plus dibantu beberapa siswa. Dari relawan pengajar, ada mas Argo kebagian menjadi Pembina upacara dan Aji sebagai ajudannya, Radina menjadi Protokol, Febri membacakan UUD 1945, dan aku menjadi pembaca do’a (kayanya karena faktor jenggot deh..). Sementara dari rekan fasilitator diwakili oleh Purwadi selaku pemimpin upacara dan Nora menjadi Dirijen. Hmmm…inget nggak kapan terakhir kali mengikuti upacara bendera sekolah? Memori itu seakan kembali lagi kaya kaset yang direwind.

Upacara bendera berjalan dengan lancar, tertib, khidmat, nyaman, rapi dan aman. Selesai upacara, sesi perkenalan fasilitator dan relawan dimulai dengan dipandu MC dari Jakarta, kak Zaskia. Habis itu lanjut Ice Breaking dengan main-main sejenak bersama anak-anak yang dipandu sama kak Esty. Pilihannya adalah permainan konsentrasi dan menari chicken dance.

Mereka antusias banget mengikuti gerakan-gerakan lucu. Goyang-goyang, menari dan tertawa.  Semua happy lah pokokmen. Sarapan? Wajib donk.. Habis Ice Breaking, kita sarapan roti dan susu kedelai bareng-bareng. Bapak ibu guru juga nggak ketinggalan

It’s Show Time!!
Perut udah keisi, tenaga udah ngumpul, pikiran udah jernih, dan yang penting ini…antusiasme para relawan dan fasilitator. Itu menjadi semacam energi tersembunyi yang siap “meledak” bersama tawa anak-anak SDN Plangkrongan 4 (lebay ga sih bahasanya?).

Kebetulan aku kebagian ngajar 3 sesi. Sesi pertama dan ketiga, aku ngajar kelas 1 dan 2. Senengnya bukan main dapet sesi ini (thanks ya dek Nora & dek Hana, hehe..). Kenapa? Karena I love playing, I Love kids… 



Iya, aku suka bermain dengan anak-anak. Di kelas ini mungkin materi tentang profesiku hanya tersampaikan 40%. Sisanya? BERMAIN.. Hahaha… Karena aku sadar, di usia ini bermain masih menjadi kebutuhan pokok mereka. Tentunya bermain sambil belajar. Menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dengan bernyanyi, nonton video, pengenalan alat musik, perangkat siaran, penyiar radio dan bermain kuda-kudaan, hahaha...

Yang seru tuh pas ngajar di kelas 2. Di situ aku jadi sasaran anak-anak bermain kuda-kudaan. Hampir semua anak-anak di kelas ini minta gendong semuaaa…langsung lemesssssss setelah itu :D. But it was fun…semua happy. Karena memang itulah tujuanku. Mengajak anak-anak gembira, agar mereka selalu semangat dan optimis menatap masa depan. Membuka wawasan mereka bahwa dunia tidak hanya di sekitar pematang sawah dan rindangnya pepohonan pegunungan. Masih banyak hal-hal menarik di luar sana yang bisa mereka temukan.

Di kelas 4 agak beda. Usia segini nggak cukup hanya dengan bermain. Serius dikit lah. Di kelas ini kita bermain mini drama ; praktek menjadi penyiar dan pendengar. Mereka pun antusias. Bahkan ada satu anak, Doni namanya yang bercita-cita ingin menjadi Penyiar Radio, aahaahahaaa… Im so proud of it...#Hugs Doni.

Menjadi tentara, polisi, guru atau dokter adalah impian “wajib” khas anak-anak desa. Di sinilah fungsi kita, para relawan pengajar untuk mengajak mereka untuk berani bermimpi yang lebih “out of box” keluar dari  zona cita-cita “mainstream” tersebut.

Closing
Sesi di kelas telah selesai. Sebagai pengingat keberadaan kami di sana, kita mengadakan aksi cap tangan bersama di kanvas dan nerbangin balon cita-cita bersama. So wonderful….mau nangis rasanya pas nerbangin balon itu “Ya Alloh, hamba ingin mengulangi momen seperti ini lagi dan lagi,” mungkin begitulah do’aku saat itu.

Setelah foto-foto bersama untuk kenang-kenangan, kita dijamu makan siang oleh pihak sekolah (Alhamdulillah…rejeki anak sholeh, hehe…). Kenyang makan, kita melanjutkan perjalanan ke balai desa Geni Langit untuk Refleksi. Tapi sayang, ada satu rekan kita yang nggak bisa ikut, yaitu mas Argo. Padahal ia bakal dapet award pengajar terkeren lho. Udah 3 kali ia ikutan Kelas Inspirasi Magetan. Mantapp brooo..!!

Refleksi selesai, kita pun pamitan pulang. Kabut tebal khas pegunungan turut menemani perjalanan kami pulang ke kota masing-masing, seakan bersedih karena harus berpisah hari itu. Kami para relawan harus kembali bergulat dengan pekerjaan yang kadang membuat penat hingga sekarat. We’re gonna miss this moment…itu pasti!!

Reflection
Bagiku, bukanlah Hari Inspirasi 25 Januari 2016 aja yang utama. Tonggak sudah kita dirikan di hari itu, di sekolah itu. Tapi bagaimana MENJAGA tonggak itu tetap berdiri dan menginspirasi anak-anak di sana untuk beberapa generasi, bahkan mungkin selamanya. Itulah sebenarnya yang paling utama. Apakah kita bisa menjaganya?? Semoga…..


All Credits to my beloved new friends :
Fasilitator : Purwadi, Rahma, Nora, Hana, Esty, Vita & Heri “Pong”
Relawan Pengajar : Mas Argo (supervisor bank BUMN), Danita (make up artist), Radina (editor buku), Zaskia (pengacara), Febri (dosen), Aji Galih (perawat)
Relawan Dokumentator : Satriyo (fotografer) & Vian (fotografer)

You guys are RAWWKK..!!! Gonna miss you

#KelasInspirasiMagetan3

Nur Alim
Relawan Pengajar Kelas Inspirasi Magetan #3
Profesi : Penyiar Radio
Rombel 11 : SDN Plangkrongan 4
Kec. Poncol Kab. Magetan
Previous
Next Post »

Kelas Inspirasi

Berhenti mengeluh tidaklah cukup.

Berkata-kata indah dengan penuh semangat juga tidak akan pernah cukup.

Semua orang dapat turut ambil bagian dalam gerakan ini.

Lakukan aksi nyata.

Sekarang.

(Indonesia Mengajar)

×
Kelas Inspirasi Magetan